Pemupukan

Pemupukan sejatinya merupakan proses untuk memberikan tambahan unsur-unsur hara pada tanah agar dapat memenuhi kebutuhan bahan makanan pada tanaman.Tujuannya untuk memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, memberikan nutrisi untuk tanaman, dan memperbaiki kualitas serta kuantitas tanaman. Pemupukan adalah kunci sukses usaha pertanian, dengan pemupukan yang baik dan tepat dapat dihasilkan hasil panen yang melimpah.

Proses Pemupukan

Proses pemupukan tanaman agar dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas tanaman.

Waktu Pemupukan

Pemberian Pupuk kepada tanaman buah dan sayur

  • Diberikan pada pagi hari pagi hari sekitar 08.00—10.00.
  • Dibirikan pada sore hari pada sore hari pukul 15.00—17.00

 

Pemberian Pupuk pada tanaman organik dan anorganik

  • Pemupukan dasar tanaman yang berupa pupuk organik dilakukan pada 3—7 hari sebelum penanaman dilakukan.
  • Pemupukan anorganik tanaman juga perlu dilakukan dan harus rutin dilakukan setiap 20 hari sekali sejak masa tanam dimulai.

Waktu yang dilarang untuk memberikan pupuk

1. Malam hari
Di malam hari stomata daun akan tertutup sehingga pupuk yang disemprotkan ke daun tidak akan terserap sempurna oleh daun dan cairan pupuk akan lebih banyak terbuang dibandingkan yang terserap tanaman.

2.Ketika cahaya matahari sedang terik
Hindari pemberian pupuk di siang hari karena intensitas matahari sedang sangat terik. Pupuk yang terkena intensitas cahaya yang terlalu terik akan cepat hanya akan menempel di daun dan cepat menguap. Dengan demikian pupuk tidak akan terserap ke tanaman. Pupuk yang tertinggal di daun akan menyerap air dari dalam daun. Akhirnya, muncul efek terbakar pada daun. Pinggiran daun layu dan tanaman bisa mati.

3.Ketika akan turun hujan

Pupuk yang baru diberikan lalu terkena guyuran air hujan akan cepat luruh bersamaan dengan air hujan sebelum pupuk itu terserap secara sempurna oleh daun. Hal ini menyebabkan pemupukan menjadi sia-sia.