Manfaatkan Limbah Janggung

Sebagian besar pemanfaatan jagung digunakan sebagai bahan pangan, baik berupa camilan jagung rebus, pop corn atau brondong jagung, juga olahan berbahan dasar jagung lainnya seperti tortilla chips, tepung jagung, dan minyak jagung. Bagian tanaman jagung yang banyak dimanfaatkan adalah pada bagian bijinya. Sementara, bagian tanaman jagung yang lain seperti tongkol, jerami, dan kelobot jarang sekali dimanfaatkan dan akhirnya hanya menjadi limbah.

Sebanyak 20-30% dari setiap 100 kg jagung yang dihasilkan adalah limbah jagung. Limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurut hasil penelitian, 1 hektar tanaman jagung akan menghasilkan 9 ton dan diperkirakan 1,8-2,7 tonnya adalah limbah.

Limbah Jagung

Pemanfaatan limbah jagung sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kerajinan Kulit Jagung

Hanya dengan sedikit sentuhan kreativitas, kulit jagung yang seringkali dibuang begitu saja kini dapat dijadikan hasil karya yang bernilai seni dan ekonomi. Adapun tahapan pembuatannya sebagai berikut.

  • Pembuatan kerajinan kulit jagung dimulai dengan pengupasan jagung secara manual agar diperoleh kulit yang utuh.
  • Proses selanjutnya pemberian warna kulit jagung dengan cara direbus dan diberi pewarna tekstil.
  • Setelah itu, kulit jagung didinginkan dan dikeringkan hingga sekitar 75% kadar airnya hilang.
  • Kulit jagung sudah cukup kering disetrika agar mendapat bentuk permukaan yang lurus. Dengan kondisi ini kulit jagung bisa dibentuk sesuai dengan kreativitas, misalnya dibentuk menjadi bunga atau yang lainnya.

Pemanfaatan Limbah Jagung

1. Bioetanol Tongkol Jagung

Tongkol jagung ternyata bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif berupa bioetanol melalui proses fermentasi. Bioetanol merupakan bahan bakar alkohol yang berasal dari proses fermentasi menggunakan bahan baku hayati. Menurut hasil penelitian bahwa satu ton tongkol jagung menghasilkan 142,2 liter etanol. Besarnya limbah tongkol jagung berpotensi besar menguntungkan petani jagung.

2. Briket Tongkol Jagung

Pembuatan briket dari tongkol jagung dilakukan dengan metode karbonasi atau pengarangan. Karbonisasi merupakan proses pemanasan bahan dalam ruangan tanpa menggunakan oksigen. Pada umumnya suhu yang digunakan sekitar 500-8000C. Pengarangan dilakukan dengan kiln atau tungku pembakaran. Tongkol yang digunakan adalah tongkol yang sudah dikeringkan atau memiliki kadar air kurang dari 15%.

Selanjutnya dilakukan penggilingan untuk menghancurkan bahan yang masih berukuran besar. Kemudian dilakukan penyaringan untuk menyeragamkan bahan tersebut. Hasil saringan dicampurkan dengan bahan perekat berupa tepung tapioka yang sudah dicairkan. Setelah itu bahan siap dicetak dan dikeringkan dan dipakai.

3. Pengolahan Tongkol Jagung untuk Pakan Ternak

Pengolahan tongkol jagung menjadi pakan ternak pertama kali dikembangkan di negara Jepang yaitu digunakan untuk makanan sapi, kambing dan unggas. Bagian dari tongkol / bonggol jagung yang dimanfaatkan untuk pakan ternak adalah tepung kering yang dihasilkan dari hasil penggilingan tongkol jagung kering. Tepung kering ini dinamakan concobu dan mengandung berbagai zat seperti asam amino, protein, karbohidrat komplek, dan mineral. Zat-zat yang terkandung di dalam tepung kering tadi sangat penting untuk melancarkan penyerapan nutrisi dalam pencernaan hewan.