Inovasi Pertanian Indonesia

Dunia pertanian menjadi salah satu sektor penting. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, para inventor pun menemukan berbagai cara untuk terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi yang manfaatnya juga bisa kita rasakan.

Gambar Inovasi Pertanian

Berbagai macam inovasi pertanian untuk indonesia.

Berbagai Inovasi Pertanian

Berikut beberapa inovasi yang telah dihasilkan dan manfaatnya :

1. Beras cegah stunting
Prevalensi kekurangan gizi khususnya Zn di Indonesia, berkisar antara 10 sampai 90 persen. Tergantung dari kelompok demografi penduduk. Adapun, prevalensi kekurangan Zn pada anak di bawah lima tahun mencapai 31,6 persen. Untuk menjawab permasalahan stunting, Kementan meneliti varietas padi yang mengandung kadar Zn tinggi sejak 2010. Beras ini berasal dari varietas unggul dengan kandungan Zinc (ZN) yang tinggi. Varietas ini, yakni Inpari IR Nutri Zinc, yang dirilis pada Januari 2019 lalu. Kandungan Zn-nya sangat tinggi. Yakni, potensi kandungan Zn mencapai 34,51 ppm. Atau dirata-ratakan bisa 29,54 ppm. Kandungan Zn dalam padi ini lebih tinggi dari jenis Ciherang. Karena itu banyak pihak sangat optimistis varietas ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah stunting.

 

2. Kopi Bisang
Satu produk kopi Indonesia belakangan mulai dikenal datang dari Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Dikenal dengan nama kopi bisang, Kopi ini disebut-sebut sebagai tandingan kopi luwak. Selama ini kopi luwak dikenal menjadi kopi terbaik dari nusantara. Namun, kopi bisang ini cukup berbeda dari kopi luwak. Kalau luwak menghasilkan biji kopi dari kotorannya. Kalau bisang dari gumoh atau muntahannya. Tak sekadar nikmat, kopi bisang diyakini bisa menambah stamina bagi orang yang mengonsumsinya.

3. Bioplastik
Plastik yang terbuat dari bahan nabati seperti pati singkong, minyak nabati, serat tebu dan bahan-bahan nabati lainnya. Dalam waktu 180 hari ini akan menjadi kompos. Kantong ini juga sudah lulus oralsity test, jadi kantong ini bila termakan oleh hewan tetap aman. Kantong degradable sebelumnya belum bisa seperti itu. Bioplastik bisa berpeluang menjadi solusi limbah plastik saat ini.

4. Biosoy
Merupakan varietas kedelai unggul dengan hasil yang lebih tinggi dan lebih besar dari sebbelumnya. Biosoy memiliki berat 21,74 gram per 100 biji dan 22,35 gram per 100 biji. Ukuran biji ini mirip dengan biji kedelai impor yang berbobot sekitar 20 gram per 100 biji.

5. Nano biopestisida cair
Nano biopestisida adalah formulasi yang berbahan utama minyak seraiwangi, memiliki partikel bahan aktif berukuran kecil (nano meter) 100-200 nm, sehingga cepat terserap masuk kedalam jaringan tanaman menuju patogen sasaran. Nao biopestisida cair ini juga lebih efektif dibanding pestisida konvensional untuk pengendalian hama kakao dan nilam.

6. Drone sawah
Kini, drone tidak hanya digunakan sebagai alat yang digunakan untuk kebutuhan fotografi atau videografi aerial saja, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah memanfaatkan teknologi kekinian itu untuk membantu menyemprotkan pestisida di lahan sawah. Dengan bantuan drone, proses penyemprotan pun dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Bayangkan, sawah seluas satu hektare dapat disemprot hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, bandingkan dengan cara manual yang bisa memakan waktu 175 menit.

Itulah beberapa informasi inovasi di bidang pertanian. Apa kamu juga tahu inovasi pertanian lainnya? Yuk share di kolom komentar.